buat trofi Piala Presiden adalah satu kehormatan. Ia mengakui tidak mengharapkan apa pun berdasar hasil karyanya nantinya. Yang berada di benak Lasem, ia cuma menginginkan buat harum daerahnya lewat karya monumentalnya ini. Umum Bali pasti tidak asing dengan sosok seniman, Ida Bagus Ketut Lasem. Pria 74 th. ini masih tetap terlihat bugar. Senyum khasnya, menyongsong kehadiran jurnalis Tribun Bali.

IB Lasem demikian dianya disapa, adalah sosok perlu untuk sepakbola Bali sesudah karyanya disadari tim-tim yang bertanding di Piala Presiden 2015 kemarin. Karya IB Lasem berbentuk trofi Piapa Presiden yang terbuat dari kayu jati.

Pemahat tersohor asal Gianyar, dipilih untuk meneruskan pahatan trofi Piala Presiden, yang pertama kalinya dipahat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada pembukan turnamen 30 Agustus 2015 kemarin.

Sepanjang satu bulan sistem pengerja, IB Lasem mengakui tidak ada masalah berartu. Piala Presiden setinggi 60 sentimeter dengan berat 15 kg serta lebar 25 cm, awalannya begitu didambakan dapat dibawa pulang oleh scuad Bali United.

IB Lasem pada akhirnya mesti senang, karena karyanya dibawa oleh scuad Persib Bandung pada akhirnya jadi juara, sesudah menaklukkan Sriwijaya FC. Waktu itu, IB Lasem sedikit terobati, karena ada putra Gianyar, I Made Wirawan yang disebut kiper Persib Bandung yang turut mengangkat trofi sang seniman.

Saat ini, sekitaran setahuh berlalu. Nama IB Lasem sang pembuat trofi kembali menitipkan keinginan pada Bali United yang kembali jadi tuan-rumah Group IV Piala Presiden 2017.
Warga Desa Kemenuh Gianyar ini, begitu meng